
METRO – Pelecehan seksual di lingkungan sekolah kian memprihatinkan. Pada awal 2020 ini, kasus yang menonjol yakni pelecehan seksual yang dilakukan oknum kepala Sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Negeri 1 Metro Khoiri kepada salah satu guru.
Pasalnya sekolah yang berbasis Agama Islam yang selama ini menjadi salah Pendidikan idola maupun kebanggaan masyarakat Kota Metro tercoreng atas kelakuan Kepala Sekolah hanya karena ingin menuruti kemauannya. Diduga dengan sengaja ingin melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban (R).
Menurut korban saat ditemui dikediamannya di Bilangan Metro Barat mengatakan, bahwasannya keinginan Khoiri untuk mengajak dirinya agar melayani dirinya sebagaimana layaknya seorang pasangan muda mudi yang masih pacaran.
”Sudah sangat lama kurang lebih hampir dua Tahun, bahkan hal itu dia lakukan dengan berbagai macam cara dan upaya dia agar saya mau melayaninya. Namun hal itu selalu saya tolak karena setiap kali dia merayu, karena keinginannya itu selalu saya tolak, parahnya iapun tidak segan-segan mengeluarkan ancaman memecat saya dari sekolah,” katanya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, kelakuan pimpinannya tersebut setiap kali bertetemu selalu seperti itu. Karen hasryatnya tidak bisa tersalurkan justru kemarahan dan ocehan yang selalu dirinya terima, akan tetapi hal itu tidak dihiraukan.
“Karena prinsif saya hanya satu keberadaan atau kapasitas serta tujuan utama saya hanya mengajar anak-anak sebagai guru, bukannya saya disitu harus meladeni dia sebagaimana yang selalu diinginkannya,” tambahnya.
Merasa jiwa dan pikirannya terusik bahkan terancam akibat ulah Kepala Sekolah tersebut korban lantas berinisiatif merekam setiap pembicaraan saat korban dipanggil keruang kerja pimpinannya.
”Semua itu saya lakukan semata-mata menjaga akan diri terhadap Keluarga saya terutama terhadap Suami saya,” ujarnya
Sementara itu suami korban (NK) tentunya merasa shock saat mendengar kabar bahwa sang istri diperlakukan dengan tidak selayaknya seorang guru. oleh karena itu pihak keluarga merasa sungguh tidak menyangka ternyata seorang yang selama ini di hormati justru serendah itu ahklak dan budi pekertinya sehingganya dengan begitu tega merusak kehidupan orang lain hanya karena merasa memiliki jabatan yang sehingga dengan semena-mena perlakuannya terhadap bawahannya tanpa memikirkan hati dan perasaan orang lain.
”Dengan adanya kejadian yang menimpa istri saya ini kami sekeluarga besar akan membawa persoalan ini hingga keranah hukum. Karena bagi kami perbuatan Khoiri ini sudah bukan mencerminkan seorang pemimpin, oleh karenanya sudah selayaknya bilamana dia ini harus mempertanggungjawabkan atas segala akibat permasalahan yang di timbulkannya,” ulasnya.
Mengingat selama istrinya telah di perlakukan yang tidak sewajarnya bahkan telah sengaja merusak nama baik Keluarga dan perbuatan yang tidak menyenangkan sebagaimana yang telah di akuinya baik secara lisan maupun tulisan oleh Khoiri, yang pada saat dia menyambangi di kediaman kami beberapa waktu lalu.dan karena dia merupakan bagian seorang pejabat publik yang semestinya memberikan contoh yang baik dan dapat di jadikan suri tauladan terhadap anak buah maupun Anak Didik, namun karena justru sebaliknya perbuatannya tidaklah lagi dapat di jadikan cerminan yang baik dan fositip maka kami akan tetap ingin mencari keadilan buat Istri saya walau sampai di mana pun. bahkan saya rasa bukan hanya persoalan ini saja yang telah di lakukan oleh Khoiri terhadap Anak buahnya mungkin publik juga sudah mencium aroma yang kurang sedap dari segala kebijakan yang di terapkan di lingkungan kerjanya.
”Harapan saya dengan ada peristiwa ini cukup biarlah istri saya saja yang mengalaminya,serta keluarga besar yang menanggung malu dan aibnya, dan semoga dengan adanya ini instansi maupun sejawat Hukum yang terkait sesegera mungkin mengambil tindakan sesuai undang undang yang berlaku dengan tujuan supaya di Kota Metro yang di kenal dengan Kota Pendidikan ini tidak ada lagi sosok Pemimpin di Dunia Pendidikan yang bermental rendahan dan bermoral bejat sebagaimana oknum tersebut karena kalau ini akan jadi pembiaran bagi pemegang otoritas baik secara Adminitrasi Perdata maupun Pidana tidak menutup kemungkinan Dunia Pendidikan akan merosot bukan meroket karena hal itu akan menjadi momok bagi para Dewan guru,” pungkasnya. (Bambang)
