Yayasan WVI bantu trauma healing anak pengungsi Wamena

oleh
oleh
Yayasan WVI bantu trauma healing anak pengungsi WamenaPerpustakaan keliling yang disiapkan untuk anak-anak pengungsi di Tongkonan, Kotaraja, Abepura. (ANTARA/Musa Abubar)

PELITAINDONESIA.CO – Yayasan Wahan Visi Indonesia (WVI) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, membantu penanganan pemulihan (trauma healing) anak-anak pengungsi asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang masih ditampung di Tongkonan, Kotaraja, Distrik Abepura.

"Kalau ada respon bencana, kita WVI hadir untuk memberikan ruang ramah anak di tempat-tempat pengungsian/di posko pengungsian," kata Koordinator WVI Kabupaten Jayapura, Wangsit Panglikur di Jayapura, Kamis.

Terapi itu agar anak-anak mengalami trauma karena bencana tidak kehilangan pilihannya atau masa depannya.

"Makanya kami berupaya menghadirkan buku dan menyiapkan tempat bagi anak-anak sehingga anak-anak bisa membaca buku," ujarnya.

Selain membaca, kata dia, anak-anak yang bisa menggambar tetap menggambar, dan belajar mewarnai pun bisa.

Pihaknya berupaya menghadirkan buku-buku bacaan buat anak-anak dengan mobil perpustakaan keliling.

Dengan begitu, menghadirkan kembali keceriaan anak-anak pengungsi walaupun dalam situasi bencana. Mobil perpustakaan keliling itu juga akan ada hingga tidak ada pengungsi di Tongkonan.

Ia menambahkan, terkadang anak-anak kurang diperhatikan lebih banyak yang menjadi perhatian yaitu orang dewasa makanya WVI lebih fokus mengajarkan anak-anak pengungsi.

Aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9), merenggut puluhan nyawa, ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di kabupaten itu rusak dan dibakar oleh massa.*

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *