Masa tanggap darurat gempa Halsel berakhir

oleh
oleh
Masa tanggap darurat gempa Halsel berakhirWakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasjim menggelar rapat bersama tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam di bawah pimpinan Komandan Korem 152/Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, terkait berakhirnya masa tanggap darurat 28 Juli 2019 (ANTARA/Abdul Fatah)

PELITAINDONESIA.CO – Masa tanggap darurat penanganan korban gempa Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) berakhir pada 28 Juli ini dan proses penanggulangan beralih pada tahap transisi dan tahap rehabilitasi rekonstruksi bagi korban gempa.

Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Ternate, Minggu, mengatakan perlu dilakukan koordinasi persiapan peralihan komando dan pengendalian (Kodal) dari Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) kepada Pemerintah Daerah.

Selain itu, akan dilakukan sinkronisasi data Satgas sehingga Pemerintah Daerah dapat meneruskan sesuai dengan pola yang telah terbentuk oleh Satgas Gulbencal. Selain itu, ada rencana mengalihkan posko dari Saketa ke Labuha, sehingga dapat memudahkan pengendalian.

"Kami apresiasi dan beri penghargaan yang setinggi tingginya kepada Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam di bawah pimpinan Komandan Korem 152/Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, karena keberadaan Satgas Gulbencal selama penanganan bencana alam sangat luar biasa," kata Wabup Halsel.

Dia menjelaskan, sesaat setelah bencana alam Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Imam Khanafi bersama tim langsung terjun ke lapangan untuk meninjau dampak akibat gempa bumi berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang wilayah Halmahera Selatan itu.

Selain itu esok harinya Danyonif RK 732/Banau Mayor Inf Rully dengan membawa pasukan, tim medis serta dapur lapangan segera membuat pos terluar di Desa Gane Dalam disusul Danrem beserta seluruh unsur terkait membuat Posko Mobil yang dipusatkan di Saketa.

"Bantuan yang terkumpul langsung dapat disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak, dengan menggunakan armada angkut baik darat, laut dan 2 unit Helikopter yang langsung bergerak mendistribusikan bantuan logistik, tim medis serta pasukan ke lokasi-lokasi pengungsian," ujarnya.

Oleh karena itu, kinerja luar biasa tersebut mustahil dilakukan apabila hanya pemerintah daerah yang turun tangan.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *