Thomas Lembong Ralat Pernyataan Investasi Startup Unicorn

oleh
oleh
Thomas Lembong Ralat Pernyataan Investasi Startup UnicornKepala BKPM Thomas Lembong (CNN Indonesia/Andry Novelino)

PELITAINDONESIA.CO – Kepala BKPM Thomas Lembong mengakui kesalahannya dan meralat pernyataan soal investasi perusahaan  teknologi berstatus di Indonesia. Hal ini diungkap dalam cuitan di akun resmi @tomlembong.

Sebelumnya ia mengungkap investasi bernilai bombastis yang masuk perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn di dalam negeri selama ini tak pernah tercatat sebagai aliran modal atau investasi ke Indonesia.

“Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya @gojekindonesia sudah klarifikasi ke publik. Mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia. Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” tuturnya.

[Gambas:Twitter]

Empat unicorn di Indonesia, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Gojek memiliki kantor pusat di Indonesia.

Hanya Grab yang tidak berkantor pusat di Indonesia, melainkan di Singapura. Sehingga biasanya pendanaan Grab memang akan diterima kantor pusat di Singapura sebelum mengalir ke Indonesia.

Sebelumnya, Thomas juga menjelaskan kalau induk usaha unicorn Indonesia yang berada di Singapura biasanya tak memberikan uang segar itu ke anak usahanya. Namun, alurnya adalah sang induk membayarkannya langsung ke vendor, pengelola gedung kantor, dan perusahaan iklan yang bekerja sama dengan anak usahanya di Indonesia.

Pada Senin (29/7), SoftBank, Tokopedia, dan Grab melakukan pertemuan di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, SoftBank mengumumkan akan langsung menyuntik dana kepada Grab Indonesia sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun.

Dalam kesempatan itu, Chief Executive Softbank Masayoshi Son mengungkapkan investasi yang diberikan ke Indonesia akan digunakan untuk membuat kantor pusat Grab di Indonesia dan menjadikannya unicorn kelima di tanah air.

Grab di Indonesia sendiri merupakan bagian dari Grab yang berkantor pusat di Singapura. Tidak dijelaskan apakah mekanisme pemberian suntikan dana kepada Grab Indonesia ini akan melalui Grab pusat atau tidak.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *