Jika Perusahaan Tidak Mau Menaikkan Harga Singkong, Maka Nessy Mustafa Berniat Membuat BUMD yang Mengelola Singkong

oleh
oleh

LAMPUNG TENGAH – Menurunnya harga singkong membuat Nesy Mustafa prihatin dan akan memberikan perhatian khusus kepada Petani, untuk meningkat pendapatan Masyarakat Lampung Tengah khususnya Petani Singkong.

Calon Bupati No Urut 3 Nesy Mustafa apabila diberi amanah menjabat Bupati Lampung Tengah mempunyai niat mendirikan pabrik singkong, perusahaan tersebut akan dikelola oleh masyarakat Lampung Tengah sendiri melalui BUMD. Dengan ada nya pabrik singkong yang di kelola oleh BUMD dimaksud kan untuk mengimbangi perusahaan singkong milik swasta yang sudah ada sehingga tercipta harga yang stabil dan menguntungkan petani.

Lebih lanjut calon Bupati Lampung Tengah Nesy Mustafa yang lahir dari keluarga petani akan melobi menteri dan pimpinan perusahaan untuk dapat menaikkan harga singkong dan akan mendatang ahli – ahli yg akan membina masyarakat Lampung Tengah untuk dapat mengolah singkong secara modern menjadi makanan yang bernilai jual tinggi.

“Kalau masyarakat yang mayoritas penduduk nya petani makmur, otomatis  nilai beli masyarakat  akan meningkat dan berdampak ke roda perekonomian  saatnya lampung tengah bersinar,” papar Nesy Mustafa.

Ditempat terpisah Tukimin salah satu warga Lampung Tengah mengatakan kepada media, “Ini sungguh aneh tapi nyata harga singkong sekarang ini misal kita jual singkong 1 mobil kecil hanya dapat uang Rp 1 jutat sedangkan kita beli onggok 1 mobil kecil harga nya Rp 2 juta setelah singkong digiling tepung nya diambil ampasnya disebut onggok, sedang kan tepung singkong atau lebih dikenal tepung tapioka di pasar harga tetap tinggi tidak menurun, biaya kami tanam singkong sampai panen sekitar umur 7 sampai 9 bulan dengan harga saat ini biaya tanam tidak  kembali kami petani sangat merugi, untuk itu kami selaku petani sangat mendukung dan akan memilih Bunda Nesy yang akan memperjuangkan nasib petani seperti   Bupati Mustafa dulu Karena singkong murah  petani yang punya modal  besar sebagian  beralih tanam kencur seperti di kecamatan seputih agung,” kata tukimin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *